aki agm mobil

Mengenal Aki AGM, Tipe Terbaik untuk Mobil Listrik

Banyak orang mengira mobil listrik tidak lagi membutuhkan aki. Padahal kenyataannya tidak demikian. Wuling Air EV, BYD, Hyundai Ioniq 5, dan berbagai mobil listrik lainnya memang menggunakan baterai traksi sebagai sumber tenaga utama.

Namun, kendaraan tersebut tetap memiliki aki 12V yang bertugas menyuplai daya untuk lampu, wiper, head unit, sensor, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.

Untuk kebutuhan ini, aki AGM menjadi salah satu pilihan yang paling direkomendasikan karena daya tahannya yang lebih baik dibanding aki biasa.

Apa Itu Aki AGM dan Bedanya dengan Aki Biasa?

Aki AGM merupakan singkatan dari Absorbent Glass Mat. Sesuai namanya, aki ini menggunakan lapisan serat kaca khusus untuk menyerap cairan elektrolit di dalamnya.

Jika dibandingkan dengan aki basah biasa, perbedaannya cukup mudah dipahami. Pada aki konvensional, cairan elektrolit berada di dalam sel dan dapat bergerak bebas. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan kondisi cairan secara berkala.

Sementara itu, pada aki jenis AGM, cairan elektrolit sudah terserap di dalam lapisan fiberglass sehingga tidak mengalir bebas. Hasilnya, konstruksi aki menjadi lebih rapat, lebih aman, dan minim perawatan.

Agar lebih mudah dibayangkan, anggap saja seperti spons yang sudah menyerap air dibandingkan air yang berada di dalam wadah terbuka. Air yang terserap di dalam spons tentu lebih stabil dan tidak mudah tumpah. Prinsip yang sama juga diterapkan pada teknologi AGM.

Karena alasan tersebut, banyak produsen kendaraan modern mulai menggunakan aki tipe AGM untuk mendukung sistem kelistrikan yang semakin kompleks.

Kenapa Aki AGM Cocok untuk Mobil Listrik?

Mobil listrik modern memiliki lebih banyak perangkat elektronik dibanding kendaraan konvensional. Bahkan saat kendaraan sedang parkir, beberapa sistem tetap bekerja di latar belakang. Karena itulah kebutuhan akan suplai listrik yang stabil menjadi semakin penting.

Sumber gambar: amaron_indonesia (IG)

Berikut beberapa alasan mengapa aki AGM banyak direkomendasikan untuk kendaraan listrik modern:

  • Suplai arus lebih stabil: Membantu menjaga kinerja perangkat elektronik sensitif seperti sensor, kamera, head unit, layar sentuh, hingga sistem keamanan kendaraan.
  • Tahan terhadap siklus charge dan discharge berulang: Aki 12V pada mobil listrik tetap bekerja meskipun kendaraan sedang tidak digunakan. AGM dirancang untuk menghadapi kondisi tersebut dengan lebih baik.
  • Pengisian daya lebih cepat: Teknologi AGM mampu menerima pengisian daya dengan efisien sehingga mendukung kebutuhan kelistrikan kendaraan modern.
  • Bebas perawatan: Pengguna tidak perlu menambahkan air aki secara berkala karena seluruh komponen berada dalam konstruksi yang tertutup rapat.
  • Risiko kebocoran lebih rendah: Cairan elektrolit terserap di dalam lapisan fiberglass sehingga lebih aman dibanding aki basah konvensional.

Dengan kombinasi keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika aki jenis AGM menjadi pilihan yang banyak digunakan pada kendaraan modern, termasuk mobil listrik yang memiliki kebutuhan elektronik lebih tinggi dibanding mobil konvensional.

Deretan Mobil Listrik Dianjurkan Menggunakan AKi AGM

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah anggapan bahwa mobil listrik hanya memiliki satu baterai besar. Faktanya, hampir semua mobil listrik tetap menggunakan aki 12V sebagai pendukung sistem elektronik kendaraan.

Berikut beberapa contoh model yang banyak ditemui di Indonesia:

1. Wuling Air EV dan BinguoEV

Kedua model ini tetap menggunakan aki 12V untuk mendukung berbagai perangkat elektronik kendaraan meskipun penggeraknya menggunakan baterai traksi lithium-ion. Ingin tahu info lebih lengkap mengenai rekomedasi aki mobil ini? Cek penjelasan kami di aki mobil wuling di Bogor.

2. BYD M6, dan BYD Sealion 07

Model-model BYD memiliki sistem elektronik yang cukup lengkap sehingga membutuhkan aki pendukung yang andal untuk menjaga seluruh perangkat tetap bekerja dengan baik.

3. Hyundai Ioniq 5

Sebagai salah satu mobil listrik populer di Indonesia, Hyundai Ioniq 5 juga menggunakan aki 12V untuk mendukung berbagai sistem elektronik yang ada di kendaraan.

4. GAC Aion V dan Chery J6

Mobil listrik generasi baru ini juga tetap membutuhkan aki pendukung untuk menjalankan fungsi-fungsi non-traksi seperti lampu, sistem infotainment, dan perangkat elektronik lainnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan, jika buku panduan kendaraan merekomendasikan AGM atau maintenance free, maka sebaiknya penggantian dilakukan dengan spesifikasi yang sama.

Aki AGM Tersedia di Karunia Jaya Battery!

Di Karunia Jaya Battery, kami telah melayani kebutuhan aki kendaraan selama lebih dari 5 tahun. Seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan aki AGM juga terus meningkat.

Sebagai toko aki Amaron terpercaya di Bogor menyediakan berbagai pilihan aki AGM untuk beragam kapasitas dan kebutuhan kendaraan.

Seperti Amaron Jade AGM LN1 (DIN 50), Amaron Jade AGM LN2 (DIN 60), dan sebagainya.

Beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan antara lain:

  • Stok aki AGM ori dan baru.
  • Cocok untuk Wuling Air EV, BinguoEV, BYD, Hyundai Ioniq, dan model EV lainnya.
  • Garansi resmi 6 hingga 12 bulan.
  • Layanan tukar tambah aki lama.
  • Konsultasi gratis untuk memastikan spesifikasi yang sesuai.

Sebelum membeli, Anda juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim kami agar tidak salah memilih tipe aki. Tidak perlu khawatir, Karunia Jaya Battery siap membantu mulai dari konsultasi hingga pemasangan sesuai kebutuhan mobil Anda.